Motivasi Belajar
MOTIVASI BELAJAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hadirin yang berbahagia
Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya
menyampaikan sedikit tentang motivasi belajar. Dua kata kunci dari bahasan kali
ini adalah motivasi dan belajar. Motivasi berkaitan dengan kata motif yang
berkonotasi dengan dorongan sedangkan motivasi sendiri dapat dipahami sebagai
upaya untuk menggerakan seseorang agar terdorong melakukan suatu hal. Jika
motivasi melibatkan upaya untuk mendorong atau menggerakan seseorang maka
istilah motif merupakan dorongan itu sendiri.
Motivasi menjadi salah satu kunci keberhasilan
manusia, keberadaannya mendorong manusia untuk melakukan suatu hal yang besar
dan mengagumkan. Banyak dari orang yang biasa misalnya berasal dari ekonomi
rendah tapi menjadi sukses di masa depan karena memiliki motivasi yang besar.
Motivasi sering kali menjadi sumber semangat yang terus menerus berkobar
meskipun jalan aral merintang terus menghadang.
Berkaitan dengan belajar, ia merupakan bagian dari
berbagai aktivitas berpikir, mengamati, memahami dan sebagainya. Belajar
menjadi bagian penting agar manusia dapat memeroleh ilmu dan menjadikan ilmu
itu panduan dalam kehidupannya. Secara psikologis belajar dikatakan sebagai
proses perubahan perilaku menuju arah yang lebih baik. Tanpa perubahan perilaku
suatu hal tidak dapat dikatakan sebagai proses belajar.
Hadirin yang berbahagia Setelah menaksir pengertian
dari dua istilah ini yaitu motivasi dan belajar agaknya kita dapat menarik
benang merah bahwa motivasi belajar merupakan hal ikhwal tentang hal-hal yang menggerakan
seseorang agar mampu belajar lebih baik. Motivasi belajar ini merupakan salah
satu kekuatan yang membuat seseorang tetap survive untuk terus belajar.
Belajar menjadi suatu hal yang dibutuhkan oleh
manusia, dalam prosesnya manusia butuh untuk mengetahui, memahami dan
menyatukan berbagai pengetahuan yang dapat memperluas pemikiran. Pengetahuan
dan pemahaman menjadi modal manusia untuk berhasil dalam kehidupan ini,
keberadaannya bukan hanya tentang proses yang dilakukan oleh orang-orang yang menempuh
jenjang pendidikan tinggi melainkan mencakup proses yang dialami oleh setiap
manusia.
Motivasi belajar penting untuk terus ditumbuhkan,
barang kali kita pernah mempertanyakan mengapa kita belajar? Motivasi apa yang
mendasari kita untuk belajar dan sebagainya. Pada perjalanannya ada begitu
banyak kondisi yang mendorong kita agar terus belajar. Dorongan itu bisa
berasal dari orangtua, lingkungan atau bahkan diri sendiri.
Sebelum kita dewasa kita begitu naïf dalam
mengartikan proses belajar. kita mengira bahwa kewajiban belajar hanya dimiliki
oleh siswa sekolah sehingga memandang bahwa orang yang tidak bersekolah tidak
belajar. kita pun pernah salah niat bahwa kerja keras yang kita lakukan hanya
ditujukan untuk meraih predikat juara dan memperoleh rangking satu dalam setiap
kenaikan kelas. Kadang kita begitu dangkal dalam mengartikan alasan apa yang
membuat kita haru terus belajar .
Seseorang pernah berkata bahwa sekolahnya manusia
tidak hanya sebatas pada empat dinding ruangan kelas, setiap tempat bisa
dijadikan sekolah dan setiap orang bisa dijadikan guru. Dan satu lagi bahwa
setiap waktu adalah proses pembelajaran. Singkatnya adalah bahwa setiap manusia
dapat bellajar kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Barang kali kehidupan
inilah yang merupakan sekolah sesungguhnya karena keberadaannya yang begitu
memberikan penjelasan sekaligus pertanyaan yang membuat manusia bertanya-tanya
sehingga ia berpikir dan mencoba mencari jawaban dari setiap
kebingungannya.
Mengapa manusia harus belajar?
Barang kali kita harus merenung bahwa apa
harga kebernilaian manusia selain keberadaanya sebagai mahluk yang berpikir
atau kurang lebih sebagai mahluk pembelajar. Siapalah manusia jika ia bukan
sebagai mahluk yang pembelajar. Bukankah kita sama-sama tahu bahwa yang
membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah kemampuannya dalam berpikir.
Maka manifestasi kemampuan berpikir itulah yang terwujud dalam proses
belajar.
Manusia harus belajar karena ia harus menunaikan
tugasnya sebagai khalifah yang keberadaannnya memberikan kemanfaatan pada
berbagai mahluk. Ia pun harus menunaikan tugasnya sebagai mahluk Tuhan yang
akan menuju-Nya dengan jalan yang diridhai-Nya. Maka dengan begitu belajar
adalah jembatan agar manusia dapat menunaikan tugasnya baik kepada Allah Swt
maupun kepada sesama mahluk. Tanpa belajar manusia tak ubahnya binatang yang
dinilai hanya dari fisiknya tapi tidak dengan jiwa dan akalnya.
Belajar adalah satu-satunya jalan untuk memahami
hal-ikhwal tentang semesta terutama untuk mengenal sang Pencipta. Belajar
menjadi jembatan yang membuat manusa dapat memberdayakan akalnya dengan
maksimal. Belajar adalah sebuah proses yang membedakan manusia dengan mahluk
yang lain. Setelah mengetahui tentang mengapa kita harus belajar maka saatnya
kita beralih pada pertanyaan kedua yaitu hal-hal apa yang mendasari kita untuk
belajar? apakah hanya untuk mengejar materi, kedudukan, popularitas, gengsi
atau lainnya?
Tak dapat dipungkiri bahwa sering kali kita
terjebak pada suatu kondisi yang menempatkan materi sebagai tujuan termasuk di
dalamnya belajar. Belajar sebagai bagian dari mencari ilmu ditempatkan pada
posisi yang dangkal yaitu hanya untuk dijadikan kendaraan untuk memperkaya
diri. Ingatlah bahwa terlalu dangkal menjadikan dunia sebagai tujuan dari
belajar karena belajar adalah sarana dan tiket untuk mendekatkan dirinya kepada
Allah Swt.
Belajar adalah upaya mencari dan memahami ilmu baik
ilmu agama maupun ilmu umum. Sebenarnya semua ilmu apapun itu jenisnya adalah
sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. ilmu mengantarkan manusia untuk
lebih mengenali Tuhan dan dapat mengungkap hikmah dari setiap peristiwa
kehidupan yang ada di alam ini.
Belajar mengantarkan manusia pada pemahaman tentang
hal-ikhwal kehidupan ini, dengannya semakin kaya lah manusia dengan pemikiran
dan keluasan sudut pandang. Ilmu pengetahuan sebagai bagian dari pembelajaran
menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Albert Enstein bahkan sampai
pada suatu kesimpulan bahwa ilmu yang sejati akan membawa manusia pada keimanan
sejati.
Hadirin yang berbahagia
Istilah yang digaungkan saat ini adalah
lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hidup, artinya adalah bahwa
proses pembelajaran manusia tidak berhenti ketika ia lulus sekolah atau telah
selesai dalam menuntaskan perkuliahan strata satu melainkan pembelajaran adalah
proses yang dibutuhkan manusia sepanjang hidupnya. Dan hal ini tidak terkait
hanya tentag jenjang pendidikan formal ynag diikuti oleh manusia melainkan
sebuah proses untuk terus belajar dengan sikap proaktif untuk mencari tahu dan
mencoba untuk memahami suatu hal dan ilmu terbaru.
Pada hari ini kita memasuki era dimana informasi
begitu mudah didapat dan ilmu pengetahuan terus berkembang. Bisa dipastikan
bahwa perubahan bergerak cepat sehingga teori-teori lama sering dipatahkan oleh
teori baru dan kajian terhadap suatu fenomena terus berubah setiap
waktunya.
Singkatnya keberadan ilmu pengetahuan pun bergerak
dinamis dimana peubahan yang satu mengiringi perubahan lainnya. Bagi kita yang
menyandang profesi guru, kesiapan untuk terus mengikuti perubahan ilmu
pengetahuan harus terus ditingkatkan, jangan sampai ilmu yang kita berikan pada
siswa adalah teori lawas yang sebenarnya telah dipatahkan oleh teori
baru.
Hal yang menjadi penyakit bangsa ini adalah
cara pandang yang menempatkan hanya siswa sekolah dan anak-anaklah yang harus
belajar sedangkan bagi manusia dewasa mereka merasa ‘cukup’ dengan ilmu-ilmunya
sehingga merasa tidak perlu untuk terus mengupgrade diri dengan terus belajar.
Hal ini sangat keliru karena ilmu pengetahuan terus bergerak maju sedangkan
para guru tidak bisa hanya mengajarkan ilmu yang didapatnya bertahun-tahun lalu
ketika menempuh pendidikan formal.
Belajar adalah suatu kondisi dimana
pengetahuan dan pemahaman manusia terhadap suatu hal berkembang yang dengannya
muncul suatu perubahan perilaku. Banyaknya ilmu yang belum tersingkap di dunia
ini adalah fakta mengapa manusia harus belajar. Bahkan jika manusia mengerahkan
seluruh waktu, pikiran dan tenaganya untuk menggalai setiap ilmu pengetahuan
yang ada di ala mini, niscaya itu pun tidak akan cukup. Bukankah pernah
dikatakan bahwa ilmu manusia ibarat setetes air dalam lautan yang luas?
Namun meskipun demikian manusia tidak pernah rugi
untuk belajar karena dengan belajar ia mampu menyingkap berbagai rahasia dan fenomena
di alam raya ini. Kesemuanya ini baik ilmu pengetahuan, sosial dan agama
mengarahkan manusia untuk lebih bijaksana dalam memandang dan menyikapi hidup.
Sehingga sikap proaktif untuk belajar dalam setiap masa membawa manusia pada
kebaikan dan kebijaksanaan dalam setiap bertambanhnya waktu hidup yang
dimilikinya. Poin terakhir dari penyampaian hari ini adalah bahwa belajar
adalah kehidupan itu sendiri tanpa belajar kehidupan itu mati atau tiada
nafasnya.
Barang kali demikianlah yang dpat saya sampaikan
kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Akhir kata semoga kita dapat
menjadi sosok pembelajar dimana pun, kepada siapapun dan dalam situasi apapun.
Cukup lah Allah Swt menjadi motivasi belajar yang keberadaannya terus kekal
sebagai sumber ilmu. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar